Wednesday, 17 May 2017

Ada Al-Quran Berusia Ratusan Tahun di Pedalaman Papua

Ada Al-Quran Berusia Ratusan Tahun di Pedalaman Papua

iklan 336x280 iklan link responsive
iklan 336x280 iklan link responsive

Baca Juga

Gema takbir berkumandang di bumi nusantara sampai ke papua. lautan luas, diterabas, ombak diterjang oleh muslim buat menyiarkan islam ke penjuru nusantara. di bumi papua, kita mampu merasakan kedatangan dakwah islam, terlebih lagi semenjak 5 ratus tahun yang kemudian.

sebagaimana dilansir dari catatan almarhum habib munzir al - musawa pimpinan majelis rasulullah bertajuk “perjalanan ekspedisi dakwah majelis rasulullah ke daerah manokwari papua, irian barat”, warnanya islam telah masuk ke bumi papua semenjak ratusan tahun yang kemudian.

perihal ini dapat dibuktikan dengan masih terdapatnya peninggalan - peninggalan ajaran islam yang dipegang erat - erat oleh suku - suku di papua bagaikan suatu hukum adat.

serupa di ceritakan almarhum habib munzir, di suatu daerah nan hening antara sorong dan juga papua ada suatu suku di pinggir tepi laut yang mayoritas dari meraka merupakan muslim.

tetapi, lantaran tidaka terdapat lagi yang mengarahkan ajaran agama islam kepada mereka saat ini mereka tidak ketahui menimpa agama amat sempurna ini.

walhasil sampai saat ini mereka cuma kenali satu ajaran adat, ialah tidak boleh makan babi. walaupun babi merupakan santapan yang masyhur di papua. mereka sudah tidak lagi kenali syahadat.

orang - orang suku itu menyangka larangan tersebut bagaikan hukum adat, sayangnya mereka tidak menyadari kalau sebetulnya hukum larangan tersebut menggambarkan penggalan dari hukum islam, bukan hukum adat serupa apa yang mereka yakini selamaa ini.

terdapat satu perihal yang amat mencengangkan dikala mengenali kalau kepala suku memiliki satu benda yang amat dikeramatkan berbentuk suatu kotak yang menaruh pusaka secara turun - temurun.

jauh saat sebelum almarhum habieb munzir berkunjung kesini, daerah ini lampaunya sering dikunjungi oleh nelayan - nelayan muslim. lazimnya mereka memohon izin kepada si kepala suku buat memohon sepetak tanah guna mendirikan masjid ataupun mushola di tempat ini.

dalam pertemuannnya dengan kepala suku, kepala adat tersebut kemudian menampilkan pusaka yang ditaruh ratusan tahun yang kemudian. tidak disangka, kala kotak dibuka, para nelayan muslim juga kaget karna nyatanya isi kotak ‘keramat’ itu merupakan suatu alquran yang sudah amat tua.

nyatanya sudah semenjak berabad - abad kemudian suku ini menganut ajaran islam. tetapi, bisa jadi karna tidak terdapat lagi orang yang mendakwahkan secara turun - temurun, ajaran islam juga lenyap tidak berbekas dari daerah di papua ini.

tinggallah suatu pusaka yang dikira bagaikan barang keramat, yang nyatanya merupakan kitab suci umat islam.

mengenali itu, hingga kepala suku ini juga berulang memeluk islam. tidak lama laporan tentang kepala suku yang masuk islam itu juga hingga kepada warga setempat, hingga pada kesimpulannya si kepala suku dimohon buat mengusir para nelayan dari wilayahnya.

lantaran menolak perintah tersebut, si kepala suku itu juga kesimpulannya dihukum siksa cambuk dengan memakai kulit pari berduri.

tetapi siksaan itu tidak membikin kepala suku mengganti keputusannya buat tidak mencabut izin pembangunan mushola di daerah tersebut. terlebih lagi dia bersikukuh hendak mempertahankan al - qur’an.

islam tiba di manapun bagaikan rahmat dan juga dibawa dengan damai. tidak serupa kristen di indonesia yang dibawa oleh para penjajah kolonialis.

gimana menurutmu? silakan bagikan dan juga berkomentarlah dengan sopan dan juga nalar yang benar. komentarmu membuktikan siapa dirimu.






( sumber: hello - pet. com )
iklan 336x280 iklan link responsive (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related Posts

Ada Al-Quran Berusia Ratusan Tahun di Pedalaman Papua
4/ 5
Oleh