iklan 336x280
iklan link responsive
iklan 336x280
iklan link responsive
Baca Juga
Tiap manusia tentu menginginkan kesuksesan hidup. ibarat seseorang orang dagang, targetnya memperoleh keuntungan.
nah, karna hidup tidak cuma di dunia, hingga keuntungan dunia dan akhirat layak buat diperjuangkan. dengan kata lain, hidup ini laksana berniaga. berniaga dengan si pencipta, allah subhanahu wa ta’ala.
ibadah yang dicoba oleh seseorang hamba, diibaratkan bagaikan benda dagangan. allah hendak membelinya dengan surga bila benda dagangan alias ibadahnya bermutu. demikian perumpamaan yang tersebut dalam al - qur’an.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ () تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ () يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“wahai orang - orang yang beriman! maukah kalian saya tunjukkan sesuatu perdagangan yang mampu menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? (ialah) kalian beriman kepada allah dan juga rasul - nya dan juga berjihad di jalur allah dengan harta dan juga jiwamu. seperti itu yang lebih baik untuk kalian bila kalian mengenali, tentu allah mengampuni dosa - dosamu dan juga memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai - sungai, dan juga ke tempat - tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘adn. seperti itu kemenangan yang agung. ” (qs. ash - shaff : 10 - 12)
ayat di atas menampilkan sebagian amal yang hendak memperoleh keuntungan berniaga yang sangat besar bila dicoba ialah iman kepada allah dan juga rasul - nya dan berjuang di jalur allah dengan harta dan juga jiwa. allah membeli mereka dengan harga surga.
bagaikan seseorang orang dagang, manusia tentu tidak mau memperoleh kerugian. gimana supaya perniagaan kita tidak sempat merugi?
allah telah membagikan petunjuk dalam ayat berikut:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ () لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“sesungguhnya orang - orang yang senantiasa membaca kitab allah (al - qur’an) dan juga melakukan shalat dan juga menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam - diam dan juga terang - terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak hendak rugi, supaya allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan juga menaikkan karunia - nya. begitu, allah maha pengampun, maha mensyukuri. ” (qs. faathir : 29 - 30)
dalam hadits riwayat ibnu jarir diceritakan, seseorang teman, namanya abdullah bin rawahah ra bertanya kepada rasulullah saw. “apa aja kewajiban terhadap tuhanmu dan juga dirimu yang kalian tetapkan atas diriku? ”
rasulullah saw menanggapi: “aku telah menetapkan supaya senantiasa beribadah kepada tuhan dan juga tidak syirik dengan whatever. sebaliknya terhadapku, supaya senantiasa menjagaku sebagaimanan kalian melindungi diri dan juga hartamu”. dia bertanya lagi: apa balasanku, bila saya melakukan seluruhnya? rasulullah saw menanggapi: “surga balasannya”. dia kemudian mengatakan: itu menggambarkan jual beli yang menguntungkan. kami takkan membatalkannya (dokter. ahmad hatta, ma. , tafsir alqur’an kata - kata, 2009).
dari uraian terhadap ayat dan juga hadits di atas, orang - orang yang perniagaannya tidak hendak merugi merupakan :
kesatu, tetap membaca al - qur’an. pastinya tidak cukup cuma membaca dengan lisan, tetapi hatinya pula berupaya mengerti yang dibaca dan badannya berupaya mengamalkannya. dengan demikian, al - qur’an betul - betul diperuntukan bagaikan guide dalam hidupnya.
kedua, mendirikan shalat. shalat yang didirikan dengan sesungguhnya oleh orang mukmin sanggup mencegahnya dari perbuatan kemaksiatan. maksudnya, dia bebas dari dosa yang menyebabkan kerugian dan celaka di akhirat.
ketiga, berzakat dan juga berinfaq atas harta yang dipunyai. islam menggambarkan agama yang amat mempedulikan sisi sosial. umat islam tetap digalakkan buat membagikan sebagian harta mereka kepada saudaranya. karna di dalam harta kita, terdapat hak yang wajib ditunaikan kepada orang yang memerlukan.
ketiga perihal di atas menggambarkan kunci keberuntungan yang abadi, jadi pilar amal seorang yang telah mengaku beriman kepada allah dan juga rasul - nya.
tetapi, kenapa masih banyak yang berat buat melangsungkan perniagaan menguntungkan ini? sementara itu bahwa kita renungkan kita sama sekali tidak memilki modal berniaga. seluruhnya dari allah, allah yang berikan modal, allah pula yang membeli.
gimana tidak? dengan modal kesehatan yang kita miliki, kita sanggup melangsungkan sholat, berpuasa dan menghadiri majelis ilmu buat menggali ajaran islam di dalam al - qur’an dan juga al - hadits.
dengan raga yang sehat, kita dapat mencari nafkah, sampai - sampai rizki yang kita miliki dapat kita pakai buat penuhi kebutuhan keluarga, berzakat, bersedekah pula berziarah ke baitullah. pertanyaannya, siapa yang berikan kita kesehatan?
mudah - mudahan tulisan pendek ini sanggup memotivasi kita buat tetap bergairah dalam beribadah kepada allah subhanahu wa ta’ala, mencapai ridhoi - nya di dalam surga bagaikan balasan yang sangat menguntungkan.
wallahu a’lam
( sumber: kabarmakkah. com )
nah, karna hidup tidak cuma di dunia, hingga keuntungan dunia dan akhirat layak buat diperjuangkan. dengan kata lain, hidup ini laksana berniaga. berniaga dengan si pencipta, allah subhanahu wa ta’ala.
ibadah yang dicoba oleh seseorang hamba, diibaratkan bagaikan benda dagangan. allah hendak membelinya dengan surga bila benda dagangan alias ibadahnya bermutu. demikian perumpamaan yang tersebut dalam al - qur’an.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ () تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ () يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“wahai orang - orang yang beriman! maukah kalian saya tunjukkan sesuatu perdagangan yang mampu menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? (ialah) kalian beriman kepada allah dan juga rasul - nya dan juga berjihad di jalur allah dengan harta dan juga jiwamu. seperti itu yang lebih baik untuk kalian bila kalian mengenali, tentu allah mengampuni dosa - dosamu dan juga memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai - sungai, dan juga ke tempat - tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘adn. seperti itu kemenangan yang agung. ” (qs. ash - shaff : 10 - 12)
ayat di atas menampilkan sebagian amal yang hendak memperoleh keuntungan berniaga yang sangat besar bila dicoba ialah iman kepada allah dan juga rasul - nya dan berjuang di jalur allah dengan harta dan juga jiwa. allah membeli mereka dengan harga surga.
bagaikan seseorang orang dagang, manusia tentu tidak mau memperoleh kerugian. gimana supaya perniagaan kita tidak sempat merugi?
allah telah membagikan petunjuk dalam ayat berikut:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ () لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“sesungguhnya orang - orang yang senantiasa membaca kitab allah (al - qur’an) dan juga melakukan shalat dan juga menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam - diam dan juga terang - terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak hendak rugi, supaya allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan juga menaikkan karunia - nya. begitu, allah maha pengampun, maha mensyukuri. ” (qs. faathir : 29 - 30)
dalam hadits riwayat ibnu jarir diceritakan, seseorang teman, namanya abdullah bin rawahah ra bertanya kepada rasulullah saw. “apa aja kewajiban terhadap tuhanmu dan juga dirimu yang kalian tetapkan atas diriku? ”
rasulullah saw menanggapi: “aku telah menetapkan supaya senantiasa beribadah kepada tuhan dan juga tidak syirik dengan whatever. sebaliknya terhadapku, supaya senantiasa menjagaku sebagaimanan kalian melindungi diri dan juga hartamu”. dia bertanya lagi: apa balasanku, bila saya melakukan seluruhnya? rasulullah saw menanggapi: “surga balasannya”. dia kemudian mengatakan: itu menggambarkan jual beli yang menguntungkan. kami takkan membatalkannya (dokter. ahmad hatta, ma. , tafsir alqur’an kata - kata, 2009).
dari uraian terhadap ayat dan juga hadits di atas, orang - orang yang perniagaannya tidak hendak merugi merupakan :
kesatu, tetap membaca al - qur’an. pastinya tidak cukup cuma membaca dengan lisan, tetapi hatinya pula berupaya mengerti yang dibaca dan badannya berupaya mengamalkannya. dengan demikian, al - qur’an betul - betul diperuntukan bagaikan guide dalam hidupnya.
kedua, mendirikan shalat. shalat yang didirikan dengan sesungguhnya oleh orang mukmin sanggup mencegahnya dari perbuatan kemaksiatan. maksudnya, dia bebas dari dosa yang menyebabkan kerugian dan celaka di akhirat.
ketiga, berzakat dan juga berinfaq atas harta yang dipunyai. islam menggambarkan agama yang amat mempedulikan sisi sosial. umat islam tetap digalakkan buat membagikan sebagian harta mereka kepada saudaranya. karna di dalam harta kita, terdapat hak yang wajib ditunaikan kepada orang yang memerlukan.
ketiga perihal di atas menggambarkan kunci keberuntungan yang abadi, jadi pilar amal seorang yang telah mengaku beriman kepada allah dan juga rasul - nya.
tetapi, kenapa masih banyak yang berat buat melangsungkan perniagaan menguntungkan ini? sementara itu bahwa kita renungkan kita sama sekali tidak memilki modal berniaga. seluruhnya dari allah, allah yang berikan modal, allah pula yang membeli.
gimana tidak? dengan modal kesehatan yang kita miliki, kita sanggup melangsungkan sholat, berpuasa dan menghadiri majelis ilmu buat menggali ajaran islam di dalam al - qur’an dan juga al - hadits.
dengan raga yang sehat, kita dapat mencari nafkah, sampai - sampai rizki yang kita miliki dapat kita pakai buat penuhi kebutuhan keluarga, berzakat, bersedekah pula berziarah ke baitullah. pertanyaannya, siapa yang berikan kita kesehatan?
mudah - mudahan tulisan pendek ini sanggup memotivasi kita buat tetap bergairah dalam beribadah kepada allah subhanahu wa ta’ala, mencapai ridhoi - nya di dalam surga bagaikan balasan yang sangat menguntungkan.
wallahu a’lam
( sumber: kabarmakkah. com )
Inilah Orang-orang yang Bisnisnya Tidak Akan Pernah Rugi Selamanya di Dunia dan Akhirat
4/
5
Oleh
horay